Perjalanan pulang tidak selalu membawa kemenangan, tapi setidaknya menyisakan keberanian untuk kembali memulai. Rian berangkat dengan punggung penuh harap dan ransel yang berat oleh ambisi: ingin mandiri dan membuktikan bahwa dia bukan lagi anak manja yang selalu berlindung di balik tangan ibu dan suara keras ayah. Di kota rantau, dia menggambar masa depan sambil bertarung dengan kenyataan kebutuhan hidup yang menguras dompet, proyek komunitas kandas, dan mimpi yang goyah oleh kegagalan. PERPU SMKN Dalam ruang-ruang sunyi dan sela-sela waktu yang tidak sempat diisi tawa, Rian menemukan kembali hal-hal yang dulu dia tinggalkan. Di antara berbagai penyangkalan yang memenuhi pikiran, Rian akhirnya mengaku lelah. Melalui itu, dia akhirnya menerima bahwa tumbuh dewasa berarti mengerti kapan harus meminta bantuan.
© 2026 SMK Negeri 1 Cikaum. All rights reserved.