Selma tumbuh di rumah di mana keberhasilan diukur dengan gelar, jabatan, dan penghasilan tetap. Kakaknya, Hana, adalah simbol kesuksesan yang sempurna dalam mata keluarga. Sementara itu, Selma, seorang freelancer desain grafis, hanya dianggap sebagai anak yang "kurang serius menjalani hidup." Tiap luka yang ditorehkan ucapan ibunya, tiap perbandingan yang menusuk, Selma sembuhkan diam-diam di dapur. Dalam aroma kayu manis dan mentega, ia menemukan sejenak ketenangan. Namun, ketika luka keluarga semakin dalam dan baking tak lagi jadi pelarian yang manjur, Selma dipaksa menghadapi kenyataan pahit: selama ini ia hanya berusaha menjadi versi orang lain, bukan dirinya sendiri. Ini adalah kisah tentang rasa sakit yang mengendap, tentang adonan yang tak selalu mengembang sempurna, dan tentang perempuan yang berani mencari manisnya hidup di balik segala pahit yang pernah ditelan.
© 2026 SMK Negeri 1 Cikaum. All rights reserved.